GLOBAL SYARIAH INDONESIA
  • 0812-4353-5459
  • 0878-7070-4214

SELAMAT DATANG DI WEBSITE  KAMI GLOBALSYARIAH.ID -  GLOBAL PENGUSAHA MUSLIM TANPA RIBA -  KOMUNITAS DEVELOPER DAN AGEN SYARIAH - AGEN HAJI UMROH SUNNAH - KREDIT BARANG SYARIAH - MENTORING BISNIS - PONDOK TAHFIDZ DAN WIRAUSAHA TANPA RIBA.

PROPERTI

Sekarang tidak perlu risau untuk memiliki hunian dengan KPR Syariah, yaitu pembiayaan yang bebas riba, tanpa denda, tanpa sita, tanpa Bank dan tanpa BI Checking. Telah hadir banyak pengembang Syariah yang menawarkan hunian syariah, kami hadir sebagai Informasi Perumahan Syariah yang membantu anda dalam memilih hunian yang paling tepat untuk anda, sesuai syariah.

  • Bebas Riba

Kredit Rumah Tanpa riba disini maksudnya pembiayaan pembelian rumah tanpa melibatkan Bank dan instrumennya (Bunga, Asuransi, Denda, dan Penjaminan) yang masih menggunakan sistem bathil karena bunga akan mengakibatkan cicilan lebih besar dari pada hutang dan denda akan membuat pembayaran menjadi lebih dari jumlah hutang.

Biasanya Developer Syariah menyediakan dua pilihan akad jual beli. yaitu tunai dan KPR syariah. KPR syariah sendiri biasanya terdiri dari dua pilihan, yang pertama adalah pembayaran DP secara tunai, dan yang kedua adalah pembayaran DP yang bisa dicicil.
 

  • Jujur Tanpa Ada Tipu-Tipu Tanpa Ada Paksaan
Pada KPR Bank, pada saat pembeli dihadapkan pada kesulitan pembayaran, Bank biasanya melakukan penyitaan. Padahal jika proses jual beli telah usai otomatis barang yang dijual (meskipun masih dalam keadaan terhutang) sudah berpindah kepemilikannya, sehingga penjual tidak boleh menyita barang yang dijual tanpa sepersetujuan pembeli. Menyita saja tidak boleh apalagi melelang tanpa ijin pemilik (pembeli). Oleh karena itu salah satu prinsip pembiayaan rumah syariah adalah tanpa sita.
Pada KPR Syariah, ada opsi yang lebih adil yaitu salah satu opsi paling akhir adalah rumah tetap dihuni dan diarahkan untuk rumahnya dijual oleh penghuni atau dibantu manajemen developer. Selanjutnya, uang yang didapatkan itu tentulah hak penghuni/pembeli. Kewajiban penghuni adalah melunasi sisa hutang nya saja.
  • Akad Syariah
Yang juga perlu diperhatikan adalah adanya akad jual beli sehingga jual beli menjadi sah. Perlu diperhatikan akan jual beli ini dilakukan oleh pemilik barang dengan pembeli. Jika pemilik barang tidak bertransaksi langsung maka dapat diwakili oleh orang yang ditunjuk pemilik barang sebagai wakilnya, sehingga akadnya adalah antara wakil pemilik barang dengan pembeli.
 
Akad Rumah Syariah adalah jual beli. Ketika pembeli menyetorkan dan berupa DP, itu berarti pembeli sudah memiliki hak terhadap rumah. Bukan sewa-beli yang diterapkan oleh Bank. Banyak yang tidak faham bahwa akad dari Bank adalah sewa jika belum lunas.